Karakteristik Pemancing
Banyak sebab orang memancing, baik di sungai, kolam pemancingan, danau, rawa maupun di laut. Disini saya akan coba melihat karakteristik pemancing khususnya di kolam pemancingan.
Setelah mengamati dan mencermati pemancing selama 9 bulan saya menemukan beberapa hal yang menarik.
-
Alasan orang memancing di kolam pemancingan
-
Punya banyak waktu luang (dan punya uang tentunya).
-
Menghilangkan stress (jenuh dengan pekerjaan, masalah rumah tangga dll). Pemancing dengan latar belakang sudah mempunyai masalah seperti ini dapat menimbulkan masalah bila terjadi sedikit ketidakpuasan saja.
-
Mengikuti ajakan teman-teman.
-
Mendapatkan uang. Pemancing jenis ini memancing untuk mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya kemudian menjualnya kembali untuk mendapatkan untung.
-
-
Jenjang pendidikan pemancing tidak terlalu berpengaruh. Pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang berkelakuan seperti seorang terpelajar. Sebagai contoh. Seorang tukang becak yang memancing bisa mengerti etika ketika memancing tetapi orang yang berpendidikan belum tentu mengerti etika memancing.
Etika-etika memancing :
-
-
Tidak membuang sampah, kotoran, batu atau apapun ke dalam kolam pemancingan.
-
Tidak berbicara keras atau kotor di area kolam pemancingan.
-
Memancing dengan tenang dan tidak mengganggu pemancing yang lain.
-
Tidak meminta dengan paksa pakan untuk memancing.
-
-
Yang perlu dipahami oleh pemancing
-
Tidak selamanya ikan mau makan (ikan juga memerlukan istirahat selain makan).
-
Ikan yang tersedia tidak selamanya satu ukuran (kadang besar kadang juga kecil).
-
Owner (Pemilik/pengelola) hanyalah manusia biasa yang tidak mungkin dapat memenuhi semua selera dan keinginan pemancing.
-
Pemilik mempunyai kewajiban dasar untuk menyediakan kolam dan ikan yang sehat. Apabila terjadi satu / dua ekor ikan yang secara tidak sengaja masuk ke kolam pemancingan seharusnya dipahami bahwa ikan juga bisa sakit (manusia juga pasti pernah sakit
). Pemilik tidak akan sengaja memasukkan ikan yang bermasalah ke dalam kolam karena hal tersebut akan mengecewakan pemancing dan merugikan pemilik. -
Memancing merupakan sebuah seni, jadi dapat atau tidak dapat ikan seharusnya tidak begitu bermasalah bagi pemancing. Kalau menginginkan mendapat ikan kenapa tidak langsung membeli di pasar??
-
Tidak selamanya pemilik/pengelola menyediakan tas plastik atau tempat untuk ikan ketika dibawa pulang. Sebaiknya pemancing membawa tempat ikan sendiri dari rumah.
-
Harus disyukuri bahwa pemilik/pengelola menyediakan tas plastik tetapi bukan berarti bahwa tas plastik harus bisa menahan beban ikan yang banyak.
-
Pemilik/pengelola berhak untuk melarang/mengusir pemancing yang tidak mematuhi aturan.
-
Pemilik/pengelola memerlukan biaya operasional yang tidak sedikit jadi pemancing berkewajiban untuk membayar semua kewajibannya.
-
-
Frekuensi pemancing tetap yang memancing setiap hari di suatu tempat dapat menimbulkan masalah apabila pemancing tidak bisa membedakan kedekatan individu dan bisnis. Kebanyakan pemancing yang seperti ini merasa bahwa dia telah memberikan kontribusi yang banyak bagi perkembangan kolam pemancingan sehingga seolah-olah merasa berkuasa di tempat tersebut. Setiap pemancing mempunyai hak dan kewajiban yang sama di kolam pemancingan tanpa memandang pemancing lama maupun pemancing baru. Yang membedakan adalah bahwa pemancing lama telah mengenal pemilik/pengelola lebih baik daripada pemancing baru.
-
Penonton dapat menjadi provokator yang mengganggu. Dengan mengeluarkan suara-suara yang memprovokasi dapat mengganggu pemancing yang menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemancing. Bila ini terjadi yang paling dirugikan adalah pemilik/pengelola karena pemancing akan merasa tidak betah dan segera meninggalkan kolam pemancingan dan belum tentu akan kembali memancing di kolam pemancingan tersebut. Kolam pemancingan akan lebih baik bila tanpa penonton.
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar
-
Arsip
- Juli 2009 (1)
- Maret 2009 (1)
- September 2008 (5)
- Juli 2008 (1)
- April 2008 (1)
- Agustus 2007 (10)
- Juli 2007 (10)
- Juni 2007 (2)
- Mei 2007 (1)
- April 2007 (8)
- Maret 2007 (1)
- Januari 2007 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS






